13 Dec 2009

Al Baqarah (2) : 120-121


سُوۡرَةُ البَقَرَة

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَہُودُ وَلَا ٱلنَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَہُمۡ‌ۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰ‌ۗ وَلَٮِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ‌ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ۬ وَلَا نَصِيرٍ (١٢٠) ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَـٰهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ يَتۡلُونَهُ ۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦۤ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ‌ۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ (١٢١)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.


Asbabul Nuzul:

Dari Ibnu Abbas katanya, "Orang-orang Yahudi Madinah dan Nasrani Najran berharap agar Nabi saw. melakukan salat dengan menghadap ke kiblat mereka. Maka tatkala Allah memalingkan ke Kakbah, mereka merasa keberatan dan putus asa; keislaman mereka tidak dapat diharapkan lagi. Maka Allah pun menurunkan, 'Orang-orang Yahudi dan Nasrani...' sampai akhir ayat."


Ibn Jarir berkata, yang dimaksudkan Allah dari firmannya,

”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”

ialah, 'Hai Muhammad, kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu selamanya sebelum kamu mengikuti apa yang mereka sukai dan setujui. Maka carilah keridhaan Allah di mana kamu diutus dengan hak dalam keredhaan itu.'"


Dan Firmannya,

"Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah yang disebut petunjuk.'"

Bermaksud katakanlah Muhammad, sesungguhnya petunjuk Allah yang aku diutus dengan membawa petunjuk itu ialah petunjuk, yakni merupakan agama yang sahih.


" Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang kepadamu pengetahuan maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolongmu. "


Ayat ini merupakan amaran keras bagi umat islam agar mereka tidak mengikuti jalan kaum Yahudi dan Nasrani, setelah mereka setalah mereka mengetahui isi Al- Quran dan Sunnahsambil berlindung kepada Allah dari perbuatan mengikuti itu. Ia bukan sahaja amaran untuk Nabi Muhammad SAW tetapi juga kepada seluruh umat islam hari ini.


Pangajaran :

- kita sebagai umat Islam janganlah terikut-ikut dengan budaya yang dibawa oleh orang Yahudi dan Nasrani.

- Hendaklah berpegang kepada Al-Quran setelah mengetahui isi kandungannya dan juga sunnah Rasulullah SAW.


Ayat 121 :


Orang-orang yang telah Kami berikanAl Kitab kepadanya mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itu orang-orang yang rugi.


Ada beberapa pendapat yang merujuk kepada ayat Orang-orang yang telah kami berikan Al-Kitab kepadanya.


1.Abd. Razzaq berkata dari Ma'mar, dari Qatadah, orang-orang itu merujuk kepada orang Yahudi dan Kristian. Juga dipersetujui oleh Abdur Rahman Aslam dan Ibnu Jarir.

2. Said memberitahu dari Qatadah : mereka adalah sahabat-sahabat Rasulullah SAW.


" mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya mereka itu beriman kepadanya. "


1. Abu Al-Aliyah berkata, Ibn Mas'ud berkata tilawah yang betul adalah dengan melakukan apa yang diperintahkan didalam Al- Quaran, meninggalkan apa yang dilarang, membacanya seperti mana yang diturunkan oleh Allah, tidak menukar atau meninggalkan satu ayat pun dan menafsirkan seperti yang sepatutnya ditafsirkan.


2. Umar bin Al Khatab berkata " Orang-orang tersebut adalah mereka yang membaca ayat-ayat yang menyatakan Rahmah Allah, mereka yang memohon akannya dan apabila mereka membaca ayat yang mengandungi seksaan, mereka memohon keampunan daripada Allah .


Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.


dalam surah Huud ayat 17 menjelaskan ayat ini dengan menyatakan orang-orang yang mengingkari Al Quran akan ditempatkan kedalam api neraka.


Pengajaran :

- Sentiasa menjadikan Al- Quran sebagai pegangan hidup, melakukan apa yang diperintahkan didalamnya, dan meninggalkan larangannya supaya kita sentiasa tergolong didalam golongan orang-orang yang beriman.



- 13122009 by mimi =)

11 Dec 2009

Time to reflect


A man came to Ibrahim bin Adham and asked him :

Allah says "And your Lord has said: Call upon me and I will respond to you (Al-Mu'minun verse 60)#

So what is the matter with us that we supplicate yet we are not answered?

So he said:
  • Because you know Allah and are wll acquainted with Him yet you do not obey Him.
  • And you acknowledge the Mesengger SAW you do not followhis Sunnah
  • And you know Quran but you do not act upon it
  • And you eat the food from blessings of Allah but you do give thanks for them.
  • And you acknowledge Paradise but you do not request (in your action)
  • And you acknowledge Hellfire but you do not flee from it.
  • And you know Syaitan yet you do not fight against Him but rather you comply with him
  • And you know (of the reality of) death but you do not prepare for it.
  • And you bury the dead but you do not stop to ponder and reflect.
  • And you leave your own faults and shortcomings and busy yourselves instead with those of others.
(Muwaqif Mushriqah Fi Hayatis-Salaf)

We should reflect ourselves now...
are we among the people who commit the things that have been said above...
Astagfirullah..Astagfirullah..Astagfirullah!

wa Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah as Allah still give us a chance to change.

10 Dec 2009

PERKARA HARAM YANG DIANGGAP BIASA



Assalamualaikum..Ana ada benda sikit nak dikongsi dengan anda semua pasal "BERSALAMAN TANGAN DENGAN WANITA BUKAN MAHRAM"...ney sekadar pengetahuan bersama.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pada zaman sekarang, bersalaman tangan antara laki-laki dengan perempuan hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi hina itu meruntuhkan akhlak Islam yang mesti ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika ada seorang daripada mereka berbincang tentang hukum syariat, dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu serta merta ia akan menuduh anda sebagai kolot, ketinggalan zaman, kaku, susah untuk didekati, ekstrim, hendak memutuskan silaturrahim, menggoyahkan niat baik....dan sebagainya.

Sehingga dalam masyarakat kita, berjabat tangan dengan sepupu, ipar, biras,isteri bapa saudara(mak saudara), suami ibu saudara(bapa saudara) lebih mudah daripada minum air.

Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut menurut syara' tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut.

Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:
"Sungguh ditusuknya kepada salah seorang dari kalian dengan jarum besi lebih baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya."
-hadis riwayat Ath Thabrani-

Kemudian tidak diragukan lagi, hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah S.A.W yang bermaksud:
"Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kemaluan pun berzina."
-hadis riwayat Ahmad-

Dan, adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Muhammad S.A.W ? Namun begitu, beliau mengatakan:

"Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita"
-hadis riwayat Ahmad-

Beliau juga bersabda:
"Sesungguhnya aku tidak menyetuh tangan dengan wanita"
-hadis riwayat Ath Thabrani-

Dan dari Aisyah R.A, dia berkata:
"Dan demi Allah, sesungguhnya tangan Rasulullah S.A.W tidak pernah menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membai'at mereka dengan perkataan."
-hadis riwayat Muslim-


Hendaknya takut kepada Allah, orang-orang yang mengancam cerai isterinya yang solehah kerana tidak mahu bersalaman tangan dengan lawan jenis meskipun memakai alas hukumnya tetap HARAM..Wallahua'lam

6 Dec 2009

Interaksi dengan Al Quran





Kenapa kena kenal dan tahu Al-Quran?

Untuk memahami Islam dengan tepat seseorang itu perlu mengenali agama Islam itu sendiri dan bukannya belajar mengenai orang yang beragama Islam kerana tidak semua orang yang beragama hidup seperti yang disyariatkan dalam alquran. Cara untuk memahami Islam itu adalah dengan memahami isi Al Quran.

Persoalannya sekarang mengapa orang Islam tidak hidup seperti yang ditetapkan dalam Al Quran sedangkan Al Quran itu ibarat manual untuk kehidupan orang Islam. Ini terjadi kerana rata2 membaca Al Quran tanpa isinya masuk ke dalam jiwa sendiri. Apa sahaja yang kita lakukan, kita perlu kembali kepada Allah. Al Quran bukan dibaca berulang kali hanya bagi memastikan tajwid kita sempurna tetapi untuk memahami apakah yang Allah katakan kepada kita dan apakah yang Allah suruh kita lakukan di dunia ini. Apabila Al Quran itu tidak masuk ke dalam hati dan tidak mempengaruhi kehidupan kita, masalahnya itu dari Al Quran ataupon dari kita sendiri?

Contohnya: Kita mempunyai biji benih yg baik dan kemudiannya campak ke atas tanah, namun biiji benih itu tidak menjadi pokok yang diharap. Mengapa? Kerana tanah yang kering .Samalah juga kita dan Alquran . Kita mempunyai manual kehidupan yang lengkap namun kita tidak menggunakannya dengan sebaik mungkin . Ini berlaku kerana kita tidak mempunyai persediaan yang baik untuk menerima Al Quran. Sekarang kita mahu al Quran ini mengubah kehidupan kita dengan cara kita memahami isi Al Quran seterusnya kita dapat amalkan apa yang ada dalam al Quran


Cara untuk berinteraksi dengan Quran
1) Ubah mindset 


Kita perlu merasakan bahawa al Quran ditujukan kepada kita. Dalam terjemahan, banyak yang kita jumpa ayat "wahai(muhammad)", dan jika kita hanya membaca seperti dalam terjemahan itu, kita tidak dapat merasakan bahawa ayat2 al Quran itu ditujukan kepada kita.

Contohnya: Ada 2 orang kawan baik iaitu siti dan nur yang tinggal jauh dari suami masing2. Siti mendapat surat dari suaminya yang berbunyai "wahai siti, abg sangat cinta padamu.....abg rasa beruntung sangat mendapat isteri yang solehah macam siti........" siti sangat tersentuh apabila membaca surat tersebut. Cuba fikir bagaimana jika nur yang membaca surat itu? Sudah tentu nur tidak akan merasakan apa2 kerana surat itu bukan ditujukan kepada nur.

Jadi kita juga apabila membaca al Quran, kita kena ubah mind set kita bahawa ayat2 al Quran ini merupakan ayat2 cinta Allah kepada kita.

2)Belajar Arab


Mula2 kita perlu tahu kenapa al Quran diturunkan dalam b.arab dan bukan bahasa2 yang lain. Bahasa2 lain hanya boleh difahami melalui intonasi tetapi bahasa arab boleh difahami tanpa intonasi. Al Quran itu tidak boleh bercakap seperti kita, jadi mustahil al Quran boleh memberi intonasi kepada kita jadi sesuailah al Quran itu diturunkan dalam bahasa Arab. Kita yang membaca pon tidak perlu confius samada ayat tersebut ayat penyata, soal, arahan biasa, arahan kuat kerana tanpa intonasi, sudah dapat diketahui jenis ayatnya.

Selain itu bahasa Arab mempunyai kosa kata yang sangat luas serta mampu menampung informasi yang padat dalam huruf2 yang singkat. Bahasa lain memerlukan ayat yang panjang untuk menerangkan satu ayat dalam bahasa Arab. Jadi kita perlu berusaha untuk belajar bahasa Arab supaya kita lebih faham dan terasa bacaan tu dekat di hati seterusnya kita tidak begitu bergantung pada tafsiran. Namun pembelajaran bahasa Arab tidak boleh hangat2 tahi ayam saje, kerana kita mungkin akan terlupa nanti.

3)Baca quran dgn hati.

Otak kita boleh berfikir dan memproses sesuatu data namun otak tu hanyalah untuk timbang tara sahaja yang memberitahu kita "buat macam ni yang baik, buat yang ni yang buruk"..namun akhirnya hati kita juga yang membuat keputusan. Kadang2 hati kita tidak mengikut apa yang diproses oleh otak. Inilah sebabnya kita tetap melakukan dosa walaupon kita tahu ianya berdosa.

Cuba kita tengok sirah.Al Quran diturunkan dalam golongan orang Arab yang buta huruf dan tidak berpelajaran, ini bermakna al Quran ini diturunkan kepada hati dan perasaan. Jika Al Quran diturunkan untuk otak memang tidak sesuai kerana tidak semua orang berpelajaran.

Kalau kita belajar dengan lebih mendalam isi al Quran banyak lagi kita boleh dapatkan dari Al quran seterusnya mendekatkan diri pada pencipta kita. Jika kita membaca al Quran dgn hati, inshaAllah kita akan dapat apa yang Allah mahu berikan kepada kita sebenarnya kerana al Quran bukan hanya dibaca untuk mendapat ilmu.

Badan kita dicipta dari bumi jadi apabila kita sakit ubatannya juga dari sumber2 bumi. Roh kita datangnya dari langit, apabila roh(jiwa) kita sakit seperti depresi, sakit hati, cara untuk mengubatinya bukan cara shopping, tengok tv tetapi dengan sesuatu dari langit mcm solat, membaca al Quran dan sebagainya.

4)Tahu sirah penurunan al Quran


Kita perlu memahami sejarah penurunan Al Quran supaya kita lebih tersentuh dan feel apabila membaca al Quran. Ayat-ayat al Quran diturunkan sedikit demi sedikit berdasarkan apa yang berlaku pada masa itu.
Jika al Quran itu turun sekali gus memang susah nak memberi kesan kita manusia. Contoh: Satu manual persekolahan dibuat untuk lisa, salah satunya "jangan tido dalam kelas", tapi lisa belum pernah tido dalam kelas se masa lisa membacanya, jadi takde kesan lah.

Sirah juga perlu di baca dengan hati, bukan fakta serta dibaca seperti sebuah novel supaya kita seronok untuk mengetahui apa yang terjadi seterusnya.

Pengisian Usrah 06.12.09

Hak-hak Wanita dalam Islam



Pernah tak kita wanita ni merasakan diri kita tidak setaraf dengan lelaki atau kurang peranannya berbanding lelaki? kemudiannya kita merasakan hak2 kita lebih kecil berbanding lelaki? Sebelum kita terus berfikiran sedemikian, mari kita lihat dulu apakah hak2 wanita di dalam islam sebenarnya dan kemudian kita boleh membuat keputusa hak mana yang kita mahukan sebenarnya, samada hak2 yg diberikan dalam islam ataupon hak2 yang diberikan oleh negara2 barat.

Sebelum kedatangan Islam, wanita dianggap hamba, bahan dagangan dan harta persendirian, sangat rendah taraf berbanding lelaki serta dipandang hina. Jika diteliti keadaan wanita dalam tamadun2 sebelum ini juga, dapat dilihat bagaimana wanita dilayan dengan teruk oleh masyarakat. Dalam Tamadun Greek, wanita dikurung dalam rumah, tidak diberikan peluang untuk belajar, boleh dijadikan bahan dagangan dan tidak ada hak untuk membantah dan tidak ada apa2 hak dalam kehidupan. Dalam tamadun Rom pula bapanya mempunyai kuasa mutlak terhadap anak perempuan jika belum berkahwin dan boleh menghalau nya bila2 masa atau menjualnya. Kedatangan Islam telah menaikkan taraf wanita dan wanita tidak lagi dijadikan pengikut kaum lelaki sahaja malah mempunyai taraf yang sama dengan lelaki dan mempunyai peranan2 tersendiri. Taraf yang sama bukanlah bermaksud hak kedua2 sama tetapi nilai tersebut yang sama. Jika Allah takdirkan peranan lelaki dan wanita sama, akan berlaku konflik antara kedua2nya. Pelik juga melihat gelagat wanita sekarang yang bermati-matian mahu membuat sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah malah mengabaikan peranan yang di beri oleh Allah.

Sekarang ni ramai yang mengatakan wanita Islam disekat kebebasan dan pelbagai badan memperjuangkan taraf wanita tanpa memahami kedudukan wanita dalam Islam kerana lebih mahu menerima hak2 yang ditetapkan oleh media barat yang menjatuhkan maruah seorang wanita.

Mari kita lihat apa yang Allah beri kepada wanita.

1) Hak dalam Amalan Kerohanian



Dalam Islam jelas mengatakan wanita dan lelaki, kedua2nya boleh ke syurga Allah jika menjadi hambaNya yang taat.
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik ia laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. QS. an-Nisa' (4) : 124
Dahulunya orang2 arif di Rome pernah berbincang dan memutuskan bahawa wanita tidak mempunyai jiwa. Dalam kristian pula, Hawa dipersalahkan dalam hal Nabi Adam makan buah larangan dan akibat dari kesalahanHhawa itu setiap bayi yang lahir itu menanggung dosa. Wanita pula mengalami kesakitan dalam haid dan beranak sebagai balasan seterusnya menunjukkan bahawa melahirkan anak bukan sesuatu yang tinggi nilainya. Namun Islam jelas mengangkat wanita yang melahirkan anak seperti yang tercatat dalam al quran .
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.Surah Luqman. (31):14
Mari kita lihat ayat ini

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,
laki-laki dan perempuan yang mukmin,
laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya,
laki-laki dan perempuan yang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyuk,
laki-laki dan perempuan yang bersedekah,
laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya,
laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Al ahzab: 35
Dalam ayat ni jelas wanita dan lelaki peranannya sama dlm beribadat, taat pada Allah, perlu solat, puasa, bersedekah, dan sebagainya. Namun Allah berikan kelonggaran kepada wanita. Jika haid, tidak perlu solat dan dan dalam bulan puasa wanita yang haid serta wanita yang tidak sihat semasa mengandung, tidak perlu berpuasa tetapi perlu menggantikan puasa tersebut di lain hari .

Sekiranya wanita dan lelaki berbuat dosa kepada Allah dan memohon keampunan-Nya nescaya keduanya akan diampunkan.

2) Hak dalam Ekonomi

Hak dalam ekonomi ini Islam sudah berikan kepada wanita lebih krg 1300 thn sebelum barat beri. Dalam Islam wanita yang mempunyai harta, boleh menggunakan harta tersebut mengikut kemahuannya sendiri tanpa boleh dipaksa oleh orang lain dan hak ini diberikan pada wanita oleh barat hanya bermula tahun 1870.


Tidak ada larangan untuk wanita bekerja selagi tidak bertentangan dengan syariat dan menjaga adab2 berpakaian. Banyak pekerjaan yang sememang dilarang oleh wanita juga dilarang oleh lelaki seperti menghidang arak, bekerja di tempat judi dan melakukan pekerjaan terkutuk. Banyak juga pekerjaan yang sememangnya memerlukan wanita seperti doktor sakit puan, guru, jururawat dan sebagainya. Sesuatu yang menariknya di sini, pendapatan yang diperoleh itu adalah hak wanita tersebut dan tidak diwajibkan untuk menanggung keluarga, terpulang pada wanita tersebut jika mahu. Wanita juga tidak boleh dipaksa bekerja jika tidak mahu. Indah bukan?

Mas kahwin.

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. an-Nisa' (4) : 4
Apabila seseorang wanita berkahwin, suaminya perlu memberikan hadiah yang dipanggil mas kahwin. Namun berlaku juga Dalam masyarakat lain yang si suami memberikan mas kahwin yang sedikit kepada si isteri dan si siteri pula perlu menghadiahkan pelbagai barangan seperti rumah, kereta, duit dan sebagainya mengikut taraf si suami. Sudah tentu ini bertentangan dengan apa yang diajar dalam Islam.

Wanita walau kaya macam mana pon, tanggungan keluarga tetap juga pda suami. Pakaian, tempat tinggal, keperluan asas tanggungjawab suami.

Wanita juga jika ditakdirkan bercerai, masih ditanggung bekas suami semasa dalam idah dan anak2 tetap mendapat nafkah dari suami.

Dalam hal harta pusaka, wanita juga mendapat hak samada isteri atau anak2.

3) Hak dalam Sivil

Setelah kedatangan Islam, wanita telah diberikan hak2 sivil sesuai dengan sifat wanita . Mari kita tengok hak yang diberikan kepada anak perempuan, ibu dan juga isteri.

Hak Sivil Kepada Anak Perempuan


Islam melarang keras pembunuhan anak perempuan seperti dalam AlQuran.
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, Surah At Takwiir (81): 8 dan 9

Namun sekarang masih lagi berlaku bayi-bayi perempuan digugurkan seperti di India untuk mengelakkan membayar hadiah perkahwinan yang tinggi bila besar. Dalam Islam anak lelaki atau perempuan, kedua2nya perlu dididik dengan baik tanpa ada perbezaan tahap didikan kerana kedua2nya adalah amanah Allah yang diberikan kepada ibu bapa.

Hak Sivil Untuk Isteri



Sebelum ini kita lihat, isteri adalah harta suami namun Islam mengatakan wanita bukan berkahwin dengan tuannya yang menjadikannya hamba tetapi dengan seseorang yang sama dengannya.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Ar-Ruum (30):21


Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. An-Nisa (4):19
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. (An-Nisa (4):21)
Berdasarkan ayat di atas, perkahwinan adalah satu akad iaitu perjanjian antara seorang lelaki dan wanita atas persetujuan kedua-dua pihak. Tidak ada sesiapa yang boleh memaksa wanita tersebut jika tidak mahu dinikahkan oleh lelaki tersebut termasuklah bapanya sendiri.

Dalam hadith Sahih Bukhari, Volume 7, Book 62, Number 69, yang menceritakan "Sseorang wanita dipaksa oleh ayahnya untuk berkahwin tanpa kerelaan hatinya" dan wanita tersebut bertemu Rasulullah dan Rasulullah telah membatalkan perkahwinan tersebut.

Dalam sebuah perkahwinan, suami dan isteri mempunyai hak2 yang sama kecuali dalam menjadi pemimpin keluarga.

.....Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Al Baqarah (2):228
Kelebihan satu tingkatan suami berbanding isteri ini bukanlah bermaksud dalam kuasa tetapi dalam tanggungjawab untuk memimpin keluarga dan menjaga isteri serta anak-anak . Tanggungjawab yang diberikan oleh Allah kepada suami ini sangatlah besar dan isteri pula perlu membantu suami dalam melaksanakan tanggungjawab tersebut. Kedua-duanya juga perlu menerima kekurangan diri masing-masing kerana kekurangan isteri adalah kekuatan suami dan kekurangan suami adalah kekuatan isteri. Jadi suami isteri perlu sama2 berusaha untuk mengharmonikan rumahtangga. Isteri perlu mentaati suami bukanlah kerana suami tempat berteduh dan mendapatkan keperluan asas tetapi kerana Allah memberikan tanggungjawab yang sangat besar kepada suami untuk menjaga keluarga dan memimpin ke jalan yang benar.
Hak Sivil Kepada Ibu



Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: “Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)”. Surah Ahqaf, (46):15

Dalam Hadith Sahih Bukhari, Volume 8, Ch. No. 2 Hadith No. 2, seorang lelaki bertanya kepada Nabi Muhammad saw:

"Siapakah yang perlu kita hormati dan kasihi selepas Allah dan Nabi?"
Jawab Nabi "Ibu kamu"
"Selepas itu?"- "Ibu kamu"
"Selepas itu?"- "Ibu kamu"
Kali ke 4 lelaki itu bertanya, "Selepas itu?"
Jawab Nabi "Ayah kamu"

Lihatlah betapa tingginya nilai ibu di dalam Islam. Seorang ibu tidak ada apa cara sekalipon dapat kita membalasnya. Seorang lelaki dtg ke Umar dan berkata, saya telah menggendong ibu saya sepanjang tawaf dan haji, sudahkah saya dapat membalas jasa ibu. Jawab Umar, kamu belum dapat membalas jasa ibumu walaupon setitis air mata ibumu semasa melahirkanmu .

Hak wanita dalam masyarakat:

” Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal” - Surah al-Hujurat, 49:13
Dalam masyarakat, wanita mempunyai hak untuk dihormati, mendapatkan layanan yang baik, dan tidak dijadikan bahan gossip dan fitnah.
Dalam islam, wanita dijaga dirinya dari orang yang tidak berhak ke atas dirinya dengan diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat dan jika wanita dirogol, hukuman yang amat berat akan dikenakan kepada perogol. Lelaki juga disuruh menundukkan pandangan jika melihat wanita kerana sudah menjadi fitrah lelaki untuk menjadi lemah apabila terpandang wanita.

4) Hak dalam Pendidikan



1. Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan,
2.Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah.
3. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Al Alaq (96): 1-5

Arahan mula-mula yang diberi kepada manusia bukanlah solat, puasa, sedekah dan sebagainya tetapi Bacalah, ini bermakna Islam sangat menitikberatkan soalan pendidikan.
Nabi Muhammad saw pernah menyebut, " Ianya adalah satu kewajipan kepada lelaki dan wanita muslim untuk mencari ilmu pengetahuan" (Al-Bayhaqi).

Bayangkanlah 1400 tahun yang lalu, apabila wanita dilayan dengan teruk, Islam menyuruh wanita untuk menjadi wanita berbelajaran.

5) Hak dalam Undang-Undang
Undang-undang Islam menjaga kehidupan dan harta lelaki dan wanita.

Lelaki dan wanita, kedua2 nya boleh dihukum jika melakukan kesalahan, tanpa berat sebelah. Wanita dan lelaki juga, kedua-duanya boleh menjadi saksi dan memberikan pendapat.
Dan orang lelaki yang mencuri dan orang perempuan yang mencuri maka (hukumnya) potonglah tangan mereka sebagai satu balasan dengan sebab apa yang mereka telah usahakan, (juga sebagai) suatu hukuman pencegah dari Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. Surah Maida (5):38
Bermakna jika mencuri, tidak kisah lelaki atau wanita, tangannya perlu dipotong. Hukuman yang Allah arahkan disini adalah sama.
Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.
Surah Nur (24):2
Hukuman berzina dalam Islam untuk wanita dan lelaki juga sama Allah perintahkan.

Islam juga telah memberikan hak kepada wanita untuk menjadi saksi sekian lamanya dan tuduhan terhadap wanita juga memerlukan saksi , iaitu 2 saksi untuk kes kecil dan 4 saksi untuk kes besar. Tuduhan berzina contohnya adalah tuduhan yang sangat besar, oleh itu 4 org saksi diperlukan dalam tuduhan ini:
Dan orang-orang yang melemparkan tuduhan (zina) kepada perempuan yang terpelihara kehormatannya, kemudian mereka tidak membawakan empat orang saksi, maka sebatlah mereka 80 kali sebat; dan janganlah kamu menerima persaksian mereka itu selama-lamanya; kerana mereka adalah orang-orang yang fasik; - An Nur(24):4

Dalam undang-undang nama, wanita Islam sekiranya sudah berkahwin diberi hak mengekalkan nama masing-masing dan tidak perlu diubah kepada nama keluarga suami seperti di Eropah, US dan sebagainya.

6) Hak dalam Berpolitik


Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang maruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Surah Tawba (QS. 9:71)
Ayat ini menunjukan wanita dan lelaki perlu membantu antara satu sama lain, dan bukan sekadar dalam kehidupan sosial, tetapi juga dalam politik. Wanita dibenarkan terlibat dalam membuat undang-undang. Mari kita lihat kisah Saidina Umar pada zaman pemerintahannya.

Saidina Umar mengambil keputusan hendak menghadkan jumlah mas kahwin supaya tidak terlalu mahal dan melampau sangat serta mencadangkan tidak lebih daripada empat ratus dirham, lalu beliau berucap dalam satu perhimpunan yang turut dihadiri kaum wanita.
Ucap Umar: "Jangan kamu semua melampaui sangat dalam membawa mas kahwin kepada perempuan-perempuan. Kalaulah ia merupakan satu kemuliaan di dunia atau membawa ketakwaan di akhirat, nescaya Rasulullah orang yang lebih utama melaksanakannya, tetapi Rasulullah tidak pernah membawa mas kahwin bagi isteri-isteri atau anak-anaknya lebih daripada 12 ukiah daripada perak iaitu sebanyak 400 darham, maka sesiapa yang membawa mas kahwin lebih daripada itu, akan dijadikan yang lebih itu untuk baitulmal."


Selepas ucapan Umar itu, lalu tampil seorang wanita dan berkata kepada Umar: "Tak patut tuan berkata begitu wahai Umar." Lantas Umar bertanya kenapa? Lalau wanita itu meneruskan kata-katanya: "Kerana Allah telah berfirman dalam surah an-Nisa, ayat 20 (wanita itu membacanya).


Ayat tersebut bermaksud: "Dan jika kamu hendak mengambil isteri baru bagi menggantikan isteri lama yang kamu ceraikan sedang kamu telah pun memberikan kepada seseorang di antaranya itu isteri yang diceraikan itu harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil sedikit pun daripada harta itu. Patutkah kamu mengambilnya dengan cara yang tidak benar dan menyebabkan dosa yang nyata." (Surah an-Nisa, ayat 20).


dan Umar berkata," Benar apa yang dikatakan wanita itu dan Umar salah."
Lihat disini bahawa wanita itu cumalah wanita biasa tetapi boleh berbeza pendapat dengan khalifah, dan memberikan pendapatnya sendiri.

Selain itu dalam Islam wanita juga boleh terlibat dalam peperangan dengan menyediakan minuman dan makanan kepada askar-askar perang jika dangat diperlukan dan hanya dengan kerelaan sendiri.

Namun pelik juga kenapa aktivist wanita mahukan hak yang lebih dalam peperangan. Dalam sejarah USA, sejak tahun 1901, wanita dibenarkan terlibat dalam peperangan tetapi bukan aktif, hanya sebagai jururawat, selepas tu feminism mahukan wanita diberi hak untuk aktif dalam berperang, dan akibatnya ramai wanita yang diperkosa.

Jadi islam hanya dibenarkan terlibat dalam peperangan jika sangat diperlukan, namun perlulah menjaga adab2, dan pakaian.

Pengisian 06.12.09

Al-Baqarah(2): 116-119


[116]
Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan itu), bahkan Dia lah Yang memiliki segala yang di langit dan di bumi, semuanya itu tunduk di bawah kekuasaanNya.
[117]
Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi (dengan segala keindahannya); dan apabila Ia berkehendak (untuk menjadikan) suatu, maka Ia hanya berfirman kepadanya: "Jadilah engkau!" Lalu menjadilah ia.
[118]
Dan (orang-orang musyrik) yang tidak berilmu pengetahuan, berkata: "Alangkah eloknya kalau Allah berkata-kata dengan kami (mengenai kebenaran Muhammad) atau datang kepada kami sesuatu keterangan (mukjizat)?" Demikian pula orang-orang (kafir) yang terdahulu dari mereka pernah berkata seperti yang dikatakan oleh mereka; hati mereka (sekaliannya) adalah bersamaan (degil dan kufur). Sesungguhnya Kami telah pun menerangkan ayat-ayat keterangan (yang menjadi dalil dan bukti) kepada kaum yang mahu percaya dengan yakin.
[119]
Sesungguhnya Kami telah mengutuskan engkau (wahai Muhammad) dengan kebenaran, (serta menjadi) pembawa khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar). Dan (setelah engkau sampaikan semuanya itu), engkau tidak akan diminta (bertanggungjawab) tentang ahli neraka. 


Ayat 116
  • Mereka yang dimaksudkan dari 3 golongan iaitu golongan yahudi, nasrani, dan musyrikin.
  • Yahudi mengatakan Uzair anak Allah, Nasrani mengatakan Nabi Isa anak Allah dan musyrikin mengatakan malaikat anak Allah
  • Mereka mempunyai pandangan yang sama iaitu Allah mempunyai anak
Ayat 117
  • Allah membalas bahawa Allah maha hebat, semua di bumi dan di langit milik allah, dan semuanya tunduk serta ikut apa Allah perintahkan
  • Allah pencipta apa yang ada di langit dan bumi bukan, mengelola, mengatur serta memberi rezeki kepada hambanya.
  • Allah denied mempunyai anak sebab sifat2nya yg memiliki, mencipta.Semua yg ada di bumi dan langit itu hambaNya, maka mana mungkin hambaNya itu adalah anak. Allah tidak ada teman perempuan, bagaimana Allah boleh mempunyai anak.
  • Segolongan manusia nak samakan Allah dgn manusia, kerana tidak boleh luar dari kemampuannya.
  • Apabila Allah mahukan sesuatu, maka jadilah ia, semuanya terletak di tangannya. Ada kejadian melalui kun fayakun (sesuatu yg dijadikan di atas langit spt malaikat dan roh kita). Ada kejadian melalui proses (spt bumi selama 7 hari). Sebenarnya kejadian yang berbeza ini adalah rahmat Allah bagi kepada kita spy kita berpeluang utk berfikir dan mencari kebesaran allah. Cth : kejadian manusia, bagaimana proses manusia dijadikan dari adam, air mani dan seterusnya. 
Ayat 118
  • Ayat ni turun dari satu peristiwa. 
  • Kisah rafik bin ruzaimah dari riwayat ibnu Jarir dan ibnu Hatim dari Said dari ibnu Abbas. Kisahnya lebih kurang macam ni. Ada seorang berkata pada Nabi Muhammad saw, "jika engkau Rasul Allah, mohon kepada Allah untuk mintak diperlihakan Allah secara terus."
  • Namun jika Allah kabulkan permintaan itu, mereka tetap tak nak beriman dgn Allah. Sama sifatnya seperti org kafir.
  • Betapa egonya mereka mahu Allah datang kepada mereka sedangkan kita sepatutnya mencari pencipta, bukannya hanya menuggu pencipta datang kepada kita sahaja. 
  • Bila kita kenal pencipta, kita akan taat, dan mendapat keredhaan allah.
  • Tujuan hidup: menjadi hamba Allah, menjadi khalifah dan memakmurkan bumi
Ayat 119
  • Diturunkan berdasarkan satu peristiwa tapi dari hadith yg tak kuat.
  • Rasulullah bersabda, "aku begitu nak tahu nasib ibu bapa..."Allah turunkan ayat ni. Tugas nabi adalah memberi berita gembira (syurga n neraka) bukan untuk tahu apa yang berlaku di kemudian hari. Apa  yg berlaku nnti adalah tanggungjawab Allah.
  • Sama dgn kita, kita nak relate al quran dgn kehidupan kita. Tugas kita adalah  menyampaikan kepada org, walaupon sikit. Bila dpt sesuatu, kita  perlu rasa seronok sangat nak share dengan org lain, dan inshaallah kita akan lebih phm mengenai ilmu tersebut.
Pengisian 06.12.09

4 Dec 2009

Pernah tak terfikir?


InsyaAllah minggu ni saya bagi tazkirah pendek. Ni nak bagi hint tajuknya.. Ada sesiapa nak teka tajuk apa? Siapa betul dapat 10 markah ;)



Why a Jew can grow his beard in order to practice his faith

But when Muslim does the same, he is an extremist and terrorist!





Why a nun can be covered from head to toe in order to devote herself to God

But when Muslimah does the same she oppressed





When a western women stays at home to look after her house and kids she is respected because of sacrificing herself and doing good for the household?

But when a Muslim woman does so by her will, they say, "she needs to be liberated"!



Any girl can go to university wearing what she wills and have her rights and freedom?
But when Muslimah wears a Hijab they prevent her from entering her university!




When a child dedicates himself to a subject he has potential.
But when he dedicates himself to Islam he is hopeless!



When a Christian or a Jew kills someone religion is not mentioned,
but when Muslim is charged with a crime, it is Islam that goes to trial!


When someone sacrfices himself to keep others alive, he is noble and all respect him.

But when a Palestinian does that to save his son from being killed, his brother's arm being broken, his mother being raped, his home being destroyed, and his mosque being violated -- He gets the title of a terrorist! Why? Because he is a Muslim!



When there is a trouble we accept any solution?

If the solution lies in Islam, we refuse to take a look at it.


When someone drives a perfect car in a bad way no one blames the car.
But when any Muslim makes a mistake or treats people in a bad manner - people say "Islam is the reason"!


Without looking to the tradition of Islam, people believe what the newspapers say.

But question what the Quran says!

Nafsu


هي النفس ان أنت سامحتها
رمت بك أقصى مهاوي الخديعة
فإن شئت فوزا فناقض هواها
وإن واصلنك أجزها القطيعة
ولا تعبأنّ بميعادها
فميعادها كسراب بقيعة


Itulah hawa nafsu, jika kamu memberinya toleransi
Ia akan melemparkanmu pada jurang tipuan yang paling dalam
Apabila engkau ingin jadi pemenang, maka ingkarilah kehendak hawa nafsu
Jika ia tetap memburumu, balas dia dengan pemutusan
Janganlah engkau peduli janjinya
Kerana janjinya seperti seruan fatamorgana
Serangkap Syair Daripada Al-Awaiq


nota kecil :article di ambil dari blog student mesir
....pendek tapi berisi.




10 Apr 2009

Werbung


Salam semua,


Eh eeh...apa tueh?...
nak tau apa dier...joom jumpa malam nieh...insyaAllah...
Janji temu kita...20:30 di Skype...
*siap juga akhirnya Homework saya...^^
*terima kasih Kami Bukan Orang Biasa

22 Feb 2009

Allah sedang berbicara dengan mu…


salam..

sementara movie ayat2 cinta memfokuskan kisahnya bahagian cinta, tetapi saya yakin novelnya lebih menekankan soal penyerahan diri pada Allah secara mutlak. seperti yg kita belajar dalam Bahasa Melayu masa SPM dulu, setiap novel ada kemuncaknya sendiri. dan kemuncak kisah ayat2 cinta ni, adalah ketika Fahri dimasukkn ke dalam penjara.

Fahri, digambarkan seorg yg sangat beriman dan hamba Allah yg sangat taat. jadi dia tanpa sedar telah menyangka dirinya itu tidak layak diuji, kerana dia telah seupayanya menjaga dirinya dr dosa. mana mungkin org yg sebaiknya diuji dgn ujian seberat ini. tetapi disitulah kesilapan Fahri sebagai seorg manusia..

hakikatnya kita manusia adalah hamba Allah. dan Allah berhak menguji kita pd bila2 masa..

penulisan dibawah ditulis oleh saudari Aneesa @ ness :


Bismillah
Asalamualikum
One of the scenes in the movie Ayat-Ayat Cinta (Verses of Love) that stuck in my head was when Fahri received the booting letter from his uni and his jail-mate mocked him so.
Fahri could not accept the fact that he was dismissed by the uni and questioned The Al-Mighty what were his faults to deserve this.
Crazy jailmate reminded him of his faults. And then proceded to narrate the story of when Prophet Yusuf Alaihissalam was falsely accused by Zulaikha.
The bit I remembered the most was when Crazy Jailmate grabbed Fahri by the collar and said “Kau mahu tahu apa yang dikatakan oleh Yusuf???”
“Ya Allah, jika memang kehidupan dipenjara adalah lebih berarti dari dunia luar, maka aku memilih hidup di penjara tapi dekat dengan Mu daripada aku hidup bersama manusia pendusta!!”
“Allah sedang berbicara denganmu tentang sabar dan ikhlas…..sabar..dan ikhlas… “
12:33
Yusuf berkata “Wahai Tuhan-Ku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh”
Sabar…dan ikhlas….Patience and sincerity…
Two of the most common words to recite and relay to others when faced with calamity but in practise, tis harder to do. Agree? Light on the lips but heavy on the heart.
When calamity strikes, we often question Allah, what have we done to deserve this? Why has this befallen on me? Especially when you think you have done nothing wrong to be treated in such way by Allah. The nerve of us to think that we are actually sin-free.
Just like Fahri, when he said in that scene “Apa salah saya pada Allah???”
“Istigfar indonesia! Istigfar!!”
Quite rightly, we should say our istigfars, to question the Al-Mighty when He is the Wise Planner of all things.
Two weeks ago, I gave a talk about Huznuzhon, bersangka baik, having good thoughts.
When hardships befall onto you, when something doesn’t go your way, its hard to remain husnuzhon towards Allah , but you have to try, you have to.
Remember, Allah does not burden you beyond your means (2:286), and when Allah tests you, He loves you (2:155). Test, trials, calamities, hardships, they are all package of having Faith in Allah, putting your trust in Allah (29:2-3).
I know its hard to see the good in hardships, the positive side of things in calamities, but insya-Allah, with each trial and tribulation, Allah is building up your patience threshold, your sincerity theshold, your iman threshold. There is something that you have to learn with each test, that only Allah can give and no one else.
Allah sedang berbicara dengan mu wahai, fulan / fulanah…Allah is speaking to you, Allah is teaching you, Allah is advising you, in the best way He knows how and the best way YOU will be able to learn and accept it.
If you have the slightest bit of arrogance in your heart, Allah will give you something to tone that bit done or eliminate it. If you have been insincere in teaching others, Allah will remind you, the main reason why you are doing what you do.
These past few days, have been quite challenging. I’ve been wrecking my brains trying to find a solution to my problem, but the answer has not arrive yet. But i know it will. I know it will come. It’s just a matter of time. Husnuzhon kepada Allah.
When being tested by Allah, remember, Allah loves you, Allah wants to polish your iman. It is when you are not being tested, that you should worry. It means that you are no longer receiving speshul attention from Allah. Fear that.
Allah sedang berbicara dengan mu, wahai Amatullah…dengarlah dengan telinga hatimu, renungkanlah dengan akal sehatmu, dan fahamilah dengan cahaya hatimu…
Allah sedang berbicara dengan mu, wahai Amatullah, tentang sabar…dan ikhlas…
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikkan yang Engkau turunkan kepada ku” (28:24)
Sabar…dan ikhlas….
Sabar…dan ikhlas….
Sabar…dan ikhlas…
 

Teratak Wihdah Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino