24 Jan 2010

33 FAKTOR YANG MEMBUAHKAN KEKHUSYU'AN DALAM SHALAT


PERTAMA : Bersungguh-sungguhuntuk mendapatkan kekhusyu'an

dan apa yang menguatkannya:

1.

Bersiap diri untuk menunaikanshalat,

diantaranya dengan

menjawab adzan dan berdoa setelah adzan dengan doa yang ada

tuntunannya, selain itu berdoaantara saat adzan dan iqamah,

berwudhu dengan baik, membaca basmalah sebelum berwudhu,

berdzikir dan berdoa setelahwudhu, bersiwak, mengenakan

pakaian yang bersih, bersegeramenuju masjid dan berjalan

dengan tenang lalu menunggushalat, juga merapatkan dan

menyusun barisan shaf.

2.

Thuma'ninah dalam shalat

. Nabi bersikap thuma'ninah

sehingga setiap tulang (beliau) kembali ke asalnya.

3.

Mengingat mati ketika shalat

. Nabi bersabda: "Ingatlah

kematian dalam shalatmu, karenaseseorang jika mengingat

mati dalam shalatnya tentu akanmemperbaiki shalatnya.

Shalatlah seperti shalatnyaseseorang yang merasa tidak akan

shalat lagi"

4.

Merenungkan ayat atau dzikiryang diucapkan dalam shalat.

Ini tidak akan mungkin melainkandengan mengetahui makna

apa yang di baca, lantasmerenungkannya sehingga akan

meneteskan air mata dan sentuhan dalam jiwa. Allah berfirman:

"Dan orang-orang yang apabiladiberi peringatan dengan ayat-ayat

Rabb mereka, mereka tidaklahmenghadapinya sebagai orang-orang

yang tuli dan buta" (Q.S Al-Furqan 73)

* Diantara hal memudahkantadabbur ayat, bertasbih ketika

melewati ayat-ayat tasbih, dan berta'awwudz ketika melewati ayat-

ayat yang memerintahkan untuk berlindung pada Allah.

* Membaca amin setelah Al-Fatihah. Dengan membacanyaakan

mendatangkan pahala yang besar.Rasulullah bersabda: "Jika

Imam mengucapkan amin, makaucapkanlah amin, karena siapa

yang ucapan aminnya bersamaandengan aminnya para malaikat,

akan diampuni dosanya yang telah lalu" (H.R Bukhari).

* Apabila imam mengucapkan'Sami'Allahuliman hamidah', maka

makmum mengucapkan:'Rabbanaa wa lakal hamdu' .Ucapan

tersebut juga berpahala besar.

5. Membaca seayat demi seayat

, karena dengan begitu akan lebih

memberi pemahaman, tadabbur dan sesuai dengan contoh nabi

. Beliau membaca ayat dengan jelas perhurufnya.

6. Membaca dengan tartil danmembaguskan bacaan

. Allah

berfirman:

"Dan bacalah al-Qur'an itu denganperlahan-lahan" (Q.S Al-

Muzzammil 4)

Dan sabda nabi : "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian, karena

suara yang indah itu menambah kebagusan Al-Qur'an" (H.R Hakim)



.7. Merasakan bahwa Allahmenjawabnya ketika shalat

Nabi bersabda: Allah 'Azza wa Jalla berfirman : Aku bagi shalat untuk-

Ku dan hamba-Ku menjadi duabagian, bagi hamba-Ku apa yang

dia pinta. Jika dia mengucapkan:Alhamdulillahirabbil 'Aalamiin

maka Allah berfirman: "Hamba-Kumemuji-Ku". Jika dia

mengucapkan: "Ar RahmaanirRahiim, maka Allah berfirman:

"Hamba-Ku menyanjung-Ku" danjika ia mengucapkan: Maaliki

yaumid diin, maka Allahmenjawab: "Hamba-Kumengagungkan-

Ku" Jika dia mengucapkan:Iyyaakana'budu waiyyaakanasta'iin,

maka Allah berfirman: "Ini adalahantara Aku dan hamba-Ku, dan

bagi hamba-Ku apa yang diamohon. Jika ia mengucapkan:

Ihdinash Shiratal MustaqiimShiraathal ladziina an'amta'alaihim

Ghairil Maghdhuubi 'alaihimwaladz Dhaalliin, maka Allah

berfirman: "Ini adalah untukhamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa

yang dia minta"

8. Shalat menghadap danmendekat ke arah sutrah atau

pembatas:

* Ini akan memberikan beberapa manfaat, diantaranya:

- Menahan pandangan dari apayang ada di belakang sutrah dan

mencegah orang yang akan melewati dengan mendekatinya.

- Mencegah setan agar tidak melewati atau merusak shalat. Nabi

bersabda: "Jika salah seorang darikalian shalat menghadap ke

sutrah, maka hendaklah ia dekatdengannya, agar setan tidak

memotong shalatnya" (H.R Abu Dawud)

9. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri di atas dada

.

Nabi jika shalat, beliau letakkan tangan kanannya di atas tangan

kirinya. Keduanya beliau letakkan di atas dada". Hikmahnya sikap

seperti ini adalah menunjukkansikap orang yang meminta nan

hina. Selain itu, terjauh dari sikapbermain-main dan lebih dekat

pada kekhusyu'an.

10. Memandang ke tempat sujud

. 'Aisyah r.a meriwayatkan

bahwa jika Rasulullah shalat, beliau menundukan kepalanya dan

mengarahkan pandangannya ketanah. Adapun ketika tasyahud

beliau memandang ke jari yangmemberi isyarat dan beliau

menggerakkannya. Hal ini diriwayatkan dari nabi

11. Menggerakkan jari telunjuk

. Nabi bersabda: "Hal itu adalah

lebih berat bagi setan dari besi".Memberi isyarat dengan jari

telunjuk mengingatkan seoranghamba akan keesaan Allah Ta'ala

dan ikhlas dalam ibadah. Inilah yang perkara terbesar yang dibenci

setan. Kita berlindung pada Allah dari kejahatannya.

12. Variasi dalam membaca surat,ayat, dzikir dan doa dalam

shalat

. Metode ini akan memberikanberbagai macam makna dan

kandungan dari ayat dan dzikir-dzikir bagi orang yang shalat.

Selain itu merupakan hal dituntunkan dan lebih menyempurnakan

kekhusyu'an.

13. Melakukan sujud tilawahketika melewati ayat-ayat sajdah

.

Allah berfirman:

"Dan mereka menyungkur atasmuka mereka sambil menangisdan

mereka bertambah khusyu'. (Q.S Al-Israa 109)

Dan Allah berfirman:



"Apabila dibacakan ayt-ayat AllahYang Maha Pemurah kepada

mereka, maka merekamenyungkur dengan bersujud danmenangis"

(Q.S Maryam 58)

Rasulullah bersabda: "Jika anak Adam membaca ayat sajdah lalu

bersujud, maka setan menyingkirdan menangis. Ia mengatakan:

"Aduhai, anak Adam diperintahkansujud, lalu bersujud, maka

baginya surga, sedangkan akudiperintahkan sujud lalu aku

membangkang, maka bagiku neraka" (H.R Muslim)

14. Berlindung diri pada Allahdari godaan setan

. Setan adalah

musuh kita. Diantara bentukpermusuhannya adalah upayanya

memberikan wis was supaya hilang kekhusyu'an orang yang shalat

dan mengacaukan shalatnya.Setan ibarat penyamun, setiap kali

seorang hamba mendekatkan diripada Allah, maka setan ingin

memotong jalan tersebut. Sudahselayaknya atas seorang hamba

untuk tegar dan sabar sertasenantiasa berdzikir dan shalatdan

tidak merasa jemu. Karena dengankeistiqamahannya beribadah

akan memalingkan tipu daya setan darinya.

"Sesungguhnya tipu daya syaitanitu adalah lemah" (Q.S An-Nisaa

76)

15. Bercermin pada shalatnya kaum salafus sholeh.

- Ali bin Abi Thalib r.a jikamenghadiri shalat, merasa takutdan

wajahnya berubah. Maka beliau ditanya: "Ada apa denganmu? "

Maka beliau menjawab: "DemiAllah telah datang waktu amanah

yang Allah tawarkan pada langitdan bumi serta gunung-gunung,

mereka semua menolak untuk memikulnya dan merasa keberatan,

tetapi aku malah menerimanya".

- Sa'id at-Tanukhi jika shalattetesan air matanya tidak terhenti

dari kedua pipinya ke janggutnya.

16. Mengetahui keutamaankhusyu dalam shalat

. Diantaranya

sabda nabi : "Seorang muslim yang menghadiri shalat fardhu lalu

ia baguskan wudhunya, khusyudan rukuknya, melainkan itu

sebagai kafarat atas dosa-dosasebelumnya selama ia tidak

melakukan dosa besar. Ini adalahuntuk sepanjang masa" (H.R

Muslim)

17. Bersungguh

- sungguh dalam berdoaterutama di waktu

sujud

. Allah berfirman:

"Berdoalah kepada Rabbmudengan berendah diri dan suarayang

lembut" (Q.S Al-A'raaf 55)

Nabi kita yang mulia bersabda:"Sedekat-dekat hamba dengan

Tuhannya yaitu ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa" (H.R

Muslim)

18. Berdzikir seusai shalat

, ini akan membantu tetapnyaatsar

(pengaruh) kekhusyu'an dalam jiwa dan keberkahan yang terdapat

dalam shalat.

KEDUA :

Menghindarkan hal-hal yang bisa menghalangi kekhusyu'an

atau menodai kesuciannya.



19. Menghilangkan apa yangmenyibukkan pandangan di

tempat orang yang shalat

. Anas r.a berkata: Qiram (tirai yang ada

lukisannya ada juga yangmengatakan pakaian yangberwarna)

milik 'Aisyah yang digunakanuntuk penutup/tirai di samping

rumahnya. Maka nabi bersabdakepadanya: "Hindarkanlah ia

dariku, karena lukisan tersebuttampak dalam shalatku" (H.R

Bukhari)

20. Tidak shalat dengan mengenakan pakaian yang bergambar

atau bertuliskan atau berwarna yang dapat mengganggu orang

yang shalat

. 'Aisyah r.a: Nabi shalat dengan mengenakan

pakaian yang bercorak/bergaris, maka beliau memandang pada

coraknya. Seusai shalat beliau bersabda: "Bawalah pakaian ini ke

Abu Jahm bin Hudzaifah, dan tukarlah dengan pakaian yang tidak

bercorak, karena tadi shalatku terganggu karenanya" (H.R Muslim)

21. Tidak shalat jika ada hidangan makanan yang ia sukai

. Nabi

bersabda: "Tidak ada shalat jikamakanan telah dihidangkan"

(H.R Muslim)

22. Tidak shalat dengan menahan kencing atau buang air besar

.

Tidak diragukan lagi, diantara halyang bertentangan dengan

kekhusyu'an adalah orang yangshalat dengan menahan kencing

atau berak. Karena itulahrasulullah melarang hal itu. Beliau

bersabda: "Tidak ada shalat jikamakanan telah dihidangkan dan

tidak pula dalam keadaan iamenahan dua hal yang buruk

(maksudnya kencing dan buang air besar)" (H.R Muslim)

- Sikap menahan tersebut tentu akan menghilangkan kekhusyu'an.

Termasuk dalam hal ini adalah menahan angin/kentut

.

23. Tidak shalat dalam keadaan mengantuk.

Dari Anas bin Malik

r.a bahwa Rasulullah bersabda:"Jika salah seorang dari kalian

mengantuk ketika shalat, makahendaklah ia tidur, sampai ia

mengetahui apa yang ia ucapkan(maksudnya dalam shalat)"

(H.R Bukhari)



24. Tidak shalat di belakangorang yang sedang berbicara atau

tidur

. Nabi melarang hal ini dengan sabdanya: "Janganlah kalian

shalat di belakang orang yangsedang tidur atau sedang berbicara,

karena orang yang sedang berbicara sibuk dengan pembicaraannya

dan mengganggu orang yangshalat sedangkan orang yang sedang

tidur, terkadang tampak anggotabadannya sehingga melalaikan

orang yang shalat. Apabila kemungkinan di atas tidak terjadi, maka

tidak dimakruhkan shalat dibelakang orang yang sedang tidur.

Wallahu a'lam.



25. Tidak sibuk denganmeratakan kerikil

. Imam Bukhari

meriwayatkan dari Mu'aiqib r.a bahwa nabi bersabda pada orang

yang meratakan tanah ketikabersujud: "Jika engkau hendak

melakukan maka cukup sekalisaja" . Sebab larangan ini adalah

untuk memelihara kekhusyu'andan tidak banyak bergerak dalam

shalat. Lebih utama jika tempatsujud itu memang perlu

dibersihkan agar membersihkannya sebelum shalat.



26. Tidak mengeraskan bacaan

karena dapat mengganggu jamaah

shalat lainnya. Rasulullahbersabda: "Ketauhilah, masing-masing

dari kalian bermunajat padatuhannya, maka janganlahsebagian

kalian mengganggu sebagian yanglain, dan janganlah sebagian

kalian mengeraskan bacaannyaatas sebagian yang lain, atau

beliau bersabda: (dalam shalat)(H.R Abu Dawud)



27. Tidak menoleh ketika shalat

. Dari Abu Dzar bahwa

Rasulullah bersabda: "Allah 'Azzawa Jalla senantiasa ada di

hadapan seorang hamba dalam shalatnya selama ia tidak menoleh.

Jika ia berpaling, maka Allahberpaling darinya". Rasulullah di

tanya tentang menoleh dalamshalat, maka beliau bersabda: "Itu

adalah satu sambaran/curiansetan dari shalat seorang hamba"

(H.R Bukhari)



28. Tidak memandang ke arah langit/ke atas

. Terdapat larangan

tentang hal ini dan ancaman bagipelakunya dalam sabda nabi :

"Jika salah seorang dari kaliansedang shalat, maka jangan

mengangkat pandangannya kelangit" (H.R Ahmad). Nabi

melarang keras hal itu dengansabdanya: "Kalian menghentikan

perbuatan tersebut ataupandangan kalian akan di sambar"(H.R

Bukhari)



29. Tidak meludah ke arahdepannya ketika shalat

. Karena hal

tersebut berlawanan dengan kekhusyua'an dalam shalat dan adab

pada Allah. Nabi bersabda: ""Jikasalah seorang dari kalian

sedang shalat, maka janganmeludah ke depannya, karenaAllah

ada di hadapannya ketika ia shalat" (H.R Bukhari)



30. Berupaya agar tidak menguapketika shalat

. Rasulullah

bersabda: "Jika salah seorang darikalian menguap, maka

hendaklah ia tahan sekuatnya,karena setan bisa masuk" (H.R

Muslim)

31. Tidak meletakkan tanganpada pinggang dalam shalat

. Dari

Abu Hurairah bahwa Rasulullahmelarang meletakkan tangan

pada pinggang dalam shalat.



32. Tidak memanjangkan pakaianhingga menyentuh tanah

.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah melarang memanjangkan

pakaian hingga menyentuh tanahdan seseorang yang menutup

mulutnya. (H.R Abu Dawud)



33. Tidak menyerupai hewan

. Nabi melarang tiga hal dalam

shalat:

- Duduk seperti binatang buas

- Sujud seperti burung yang mematuk (makanannya)

- Seseorang yang menjadikan satu tempat khusus di masjid untuk

shalatnya, ini menyerupai onta,yang mana ia tidak merubah

tempat berdiamnya

0 coretan:

 

Teratak Wihdah Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino